Panduan Internal · Perusahaan IT Services

Urutan Menghitung Cost sampai Jadi Surat Penawaran

Metodologi costing per lini layanan — dari cakupan kerja, perhitungan biaya, penyusunan BoQ, sampai angka final yang masuk ke surat penawaran. Dilengkapi komponen biaya, contoh perhitungan, dan rumus praktis.

7 lini layanan + kerangka umum Contoh & rumus Referensi pajak 2026

i Konsep Dasar yang Wajib Dipahami

Tiga hal ini jadi fondasi semua perhitungan di bawah.

BoQ vs Surat Penawaran

BoQ / Price Breakdown = lampiran rincian: komponen apa saja yang ditawarkan, kuantitas, dan harganya. Surat Penawaran = surat resmi berisi nilai total penawaran, masa berlaku, dan pernyataan kesanggupan. Surat penawaran adalah "wajahnya", BoQ adalah "perhitungan di baliknya".

Fully Loaded Cost (FLC)

Biaya riil per SDM, bukan cuma gaji pokok. Mencakup gaji, tunjangan, THR, BPJS Kesehatan & Ketenagakerjaan, lembur, cuti, dan seragam/alat. Sebagai patokan cepat: FLC ≈ gaji pokok × 1,4–1,7. Salah di angka ini = margin bocor.

Markup vs Margin — jangan tertukar

Metode Markup (naikkan dari cost)
Harga Jual = Cost × (1 + markup%) Cost 100 jt, markup 20% → 120 jt
Metode Margin (target laba dari harga jual)
Harga Jual = Cost ÷ (1 − margin%) Cost 100 jt, margin 20% → 125 jt
Perhatikan: markup 20% ≠ margin 20%. Untuk mendapat laba kotor 20% dari nilai kontrak, gunakan rumus margin (bagi), bukan markup (kali).

ii Alur Universal (berlaku untuk semua lini)

Apa pun jenis layanannya, urutan besarnya selalu sama — yang berubah hanya isi "komponen biaya".

1· Cakupan & SLA/Spesifikasi 2· Identifikasi komponen biaya 3· Hitung HPP / cost 4· Overhead 5· Margin + risiko + eskalasi 6· Susun BoQ 7· Pajak (PPN/PPh) 8· Surat Penawaran

Tiap lini di bawah punya model bisnis (recurring, project, trading, atau hybrid) yang menentukan cara komponen biayanya dihitung. Model inilah yang paling menentukan pola kalkulasi.

1 IT Managed Service  layanan dikelola berbasis SLA

Recurring · Resource-based

Klien membayar biaya bulanan agar layanan/infrastruktur dikelola sesuai target SLA. Yang dijual adalah outcome + ketersediaan, bukan sekadar jumlah orang.

Urutan menghitung cost

  1. Definisikan SOW & SLAObjek yang dikelola (server, jaringan, endpoint), jam layanan (8×5 / 24×7), target SLA (response & resolution time, uptime), lokasi, durasi kontrak.
  2. Susun struktur tim (resource plan)Level & jumlah: L1 helpdesk, L2 engineer, L3 specialist, team lead/coordinator. Untuk 24×7 hitung shift + pengganti cuti/sakit, sehingga headcount riil > jumlah kursi.
  3. Hitung Fully Loaded Cost per SDMGaji + tunjangan + THR + BPJS + lembur + cadangan cuti + alat kerja.
  4. Tambahkan tools & lisensiMonitoring tool, ticketing/helpdesk system, remote access, antivirus, VPN — per bulan.
  5. Overhead & manajemenSupervisi, koordinasi, rekrutmen, training, administrasi — biasanya 10–20% dari biaya SDM.
  6. Margin, risiko, eskalasi tahunanUntuk kontrak multi-tahun tambahkan kenaikan UMR/gaji per tahun agar tahun ke-2 & ke-3 tidak tergerus.
  7. Susun BoQ per bulan & per tahun, lalu tambahkan PPN.
Rumus inti
Cost/bulan = Σ(jumlah SDM × FLC) + Σ(tools & lisensi/bulan) + Overhead Harga jual/bulan = Cost/bulan ÷ (1 − margin%) Nilai kontrak = Harga jual/bulan × jumlah bulan kontrak
Contoh ilustrasi — Managed Service 8×5, kontrak 12 bulan
KomponenQtyFLC / blnSubtotal / bln
L1 Helpdesk39.000.00027.000.000
L2 Engineer214.000.00028.000.000
Team Lead120.000.00020.000.000
Tools & lisensi (monitoring, ticketing)5.000.000
Overhead & manajemen (15% dari SDM)11.250.000
Cost / bulan91.250.000
Harga jual/bln (margin 20% → ÷0,8)114.062.500
Nilai kontrak 12 bln (sebelum PPN)1.368.750.000
Tips: Pisahkan "biaya jam kerja normal" dari "biaya on-site kunjungan" dan "eskalasi 24×7" sebagai item terpisah di BoQ. Ini memudahkan negosiasi bila klien menurunkan scope.

2 Outsourcing (Penyediaan Tenaga)  supply headcount + management fee

Recurring · Headcount-based

Klien membutuhkan tenaga (mis. technical support, operator, admin IT). Kamu menyediakan SDM dan menagih biaya ketenagakerjaan + management fee. Bedanya dengan managed service: di sini yang dijual adalah orang, bukan SLA outcome.

Urutan menghitung cost

  1. Tentukan posisi, jumlah, & kualifikasiBerapa orang per posisi, lokasi penempatan (menentukan UMK/UMP), skill minimum.
  2. Susun komponen ketenagakerjaan yang compliantGaji ≥ UMK setempat, tunjangan, THR (1×/tahun → dibagi 12), BPJS Kesehatan (4% employer) + Ketenagakerjaan (JKK, JKM, JHT, JP ≈ 6,24–11%), lembur, cuti, seragam/APD.
  3. Tambahkan biaya pengelolaanRekrutmen, penggajian/payroll, koordinator lapangan, pengganti (backup) saat resign/cuti.
  4. Tetapkan management feeBiasanya 7–12% dari total biaya tenaga — ini "harga" jasa penyaluranmu.
  5. Susun BoQ per posisi/bulan, lalu PPN. Ingat: PPN dikenakan atas seluruh tagihan (labor + fee), bukan hanya fee.
Rumus inti
Biaya tenaga/orang/bln = Gaji + Tunjangan + THR/12 + BPJS + Cadangan Harga tagih/orang/bln = Biaya tenaga × (1 + management fee%)
Contoh ilustrasi — 10 Technical Support, fee 10%
Komponen (per orang / bln)Nilai
Gaji pokok (≥ UMK)5.000.000
Tunjangan (transport, makan)1.000.000
THR (5jt ÷ 12)417.000
BPJS Kes + Ketenagakerjaan (± 10,7%)642.000
Cadangan cuti/pengganti (± 5%)250.000
Biaya tenaga / orang7.309.000
Management fee 10%731.000
Harga tagih / orang / bln8.040.000
10 orang / bln (sebelum PPN)80.400.000
Wajib: Pastikan komponen upah memenuhi UMK/UMP & regulasi ketenagakerjaan (PP 35/2021 dsb). Menawar di bawah biaya compliant = risiko hukum dan margin negatif tersembunyi.

3 Seat Management  harga per-seat all-in

Hybrid · Per-seat (device + service)

Satu "seat" = paket lengkap per pengguna: perangkat + OS + aplikasi + antivirus + support + garansi + siklus refresh. Ditagih per seat per bulan. Kunci costing-nya adalah amortisasi hardware ke seluruh masa kontrak.

Urutan menghitung cost

  1. Definisikan isi 1 seatContoh: laptop + Windows + Office 365 + antivirus + support L1/L2 + garansi + refresh di akhir kontrak.
  2. Amortisasi hardwareHarga perangkat dibagi jumlah bulan kontrak → biaya hardware per bulan per seat.
  3. Tambahkan lisensi software/bulanOffice 365, antivirus, dan lisensi lain yang memang bersifat langganan.
  4. Alokasikan biaya supportTotal biaya tim support (seperti managed service) dibagi jumlah seat.
  5. Tambahkan maintenance, sparepart, & asuransi/refreshCadangan penggantian unit rusak.
  6. Margin → harga per seat/bulan, kalikan jumlah seat & bulan, tambah PPN.
Rumus inti
Cost/seat/bln = (Harga HW ÷ bulan kontrak) + Lisensi/bln + Support/seat/bln + Maintenance/bln Harga/seat/bln = Cost/seat/bln ÷ (1 − margin%)
Contoh ilustrasi — 100 seat, kontrak 36 bulan
Komponen (per seat / bln)Nilai
Laptop Rp 12jt ÷ 36 bln (amortisasi)333.000
Office 365 + antivirus (langganan)150.000
Support (tim dibagi 100 seat)120.000
Maintenance & cadangan unit50.000
Cost / seat / bln653.000
Harga/seat/bln (margin 22% → ÷0,78)837.000
100 seat × 36 bln (sebelum PPN)3.013.200.000
Tips: Perhitungkan arus kas — kamu membeli hardware di depan tapi menagih dicicil per bulan. Masukkan biaya modal (cost of fund) ke dalam maintenance/margin bila kontrak panjang.

4 Preventive & Corrective Maintenance  kontrak pemeliharaan

Recurring · Effort + sparepart

Kontrak pemeliharaan aset: Preventive (PM) = kunjungan terjadwal untuk mencegah kerusakan; Corrective (CM) = perbaikan saat terjadi gangguan sesuai SLA. Biasanya kontrak tahunan.

Urutan menghitung cost

  1. Inventarisasi aset yang dipeliharaJenis, jumlah, usia, lokasi (server, AC precision, UPS, CCTV, perangkat jaringan, dll).
  2. Tetapkan frekuensi PM & effortBerapa kali/tahun (bulanan/kuartalan) × man-hours per kunjungan × tarif teknisi.
  3. Estimasi CM & sparepartModel pool sparepart (estimasi cadangan) atau time & material (terpisah). Pertimbangkan MTBF/riwayat kerusakan.
  4. Biaya SLA & standbyJika SLA response cepat / 24×7, ada biaya teknisi siaga.
  5. Travel & logistikTerutama untuk lokasi luar kota / multi-site.
  6. Overhead + margin, susun BoQ tahunan, tambah PPN.
Rumus inti
Cost PM/thn = Σ(jumlah kunjungan × man-hours × tarif) Cost CM/thn = Pool sparepart estimasi + standby + travel Harga/thn = (Cost PM + Cost CM + Overhead) ÷ (1 − margin%)
Contoh ilustrasi — pemeliharaan ruang server, kontrak 1 tahun
KomponenPerhitunganNilai / thn
PM terjadwal4 kunjungan × 16 jam × 250rb16.000.000
Pool sparepart (estimasi)30.000.000
Teknisi standby (SLA 4 jam)18.000.000
Travel & logistik6.000.000
Overhead (10%)7.000.000
Total cost / tahun77.000.000
Harga (margin 25% → ÷0,75), sebelum PPN102.667.000
Perhatikan: Perjelas di kontrak apakah sparepart termasuk (inclusive) atau terpisah (T&M). Ini sumber sengketa paling umum di kontrak maintenance. Tuliskan batas nilai/qty yang tercakup.

5 Pengadaan Peralatan & Perlengkapan IT  trading / jual barang

Trading · Margin dagang

Menjual perangkat (PC, server, jaringan, periferal). Costing berbasis Harga Pokok Pembelian (HPP) dari principal/distributor + biaya pendukung + margin dagang.

Urutan menghitung cost

  1. Susun BoM / spesifikasi barangMerek, tipe, spesifikasi, kuantitas, garansi yang diminta.
  2. Ambil harga dari principal/distributor (HPP)Minta quotation resmi + validitas harga (kurs, stok). Untuk barang impor, hitung bea masuk, PPN impor, kurs.
  3. Tambahkan biaya pendukungPengiriman, instalasi & konfigurasi, garansi/support tambahan, asuransi.
  4. Tetapkan margin dagangUmumnya lebih tipis dari jasa (5–20% tergantung volume & kompetisi tender).
  5. Susun BoQ per item, tambah PPN. Untuk tender pemerintah, cek acuan e-Katalog/SIPLah.
Rumus inti
HPP total/item = Harga beli + logistik + instalasi (dialokasikan) Harga jual/item = HPP × (1 + margin dagang%)
Contoh ilustrasi — pengadaan 50 unit PC
ItemQtyHPP satuanJual satuan (+15%)Subtotal jual
PC Desktop i5/16GB/512508.000.0009.200.000460.000.000
Instalasi & imaging50150.000172.5008.625.000
Pengiriman15.000.0005.750.0005.750.000
Total sebelum PPN474.375.000
Tips: Kunci margin trading ada di harga beli. Kunci validitas harga & kurs dari principal sebelum submit, dan cantumkan masa berlaku penawaran (mis. 14–30 hari) untuk melindungi dari fluktuasi harga.

6 Pengadaan Aplikasi Custom (HRIS, FSM, ERP)  proyek development

Project · Effort-based (man-days)

Membangun software sesuai kebutuhan. Costing berbasis estimasi effort (man-days) per peran, dikali tarif harian, plus infrastruktur, lisensi pihak ketiga, dan cadangan risiko.

Urutan menghitung cost

  1. Requirement & scopeModul & fitur (mis. HRIS: absensi, payroll, cuti, PPh21, ESS). Sepakati batas scope untuk cegah scope creep.
  2. Breakdown & estimasi effortPer peran: Business Analyst, UI/UX, Backend, Frontend/Mobile, QA, DevOps, Project Manager — dalam man-days.
  3. Tarif per peran/hariKalikan man-days × daily rate tiap peran.
  4. Infra & lisensiServer/cloud, database, lisensi pihak ketiga (payment gateway, maps, SMS/WA API), tools.
  5. Testing, deployment, training, dokumentasiJangan lupa UAT, migrasi data, dan pelatihan user.
  6. Masa garansi/maintenanceWarranty (mis. 3 bln bug-fix gratis) + opsi AMC (Annual Maintenance Contract) sebagai recurring terpisah.
  7. Contingency 15–25% + margin, susun BoQ, tambah PPN.
Rumus inti
Dev cost = Σ(man-days per peran × daily rate) Project cost = Dev cost + Infra + Lisensi + PM + Contingency Harga = Project cost ÷ (1 − margin%) · AMC/thn ≈ 15–20% nilai proyek
Contoh ilustrasi — HRIS 5 modul
PeranMan-daysRate/hariSubtotal
Business Analyst151.500.00022.500.000
UI/UX Designer121.400.00016.800.000
Backend Dev451.600.00072.000.000
Frontend Dev351.500.00052.500.000
QA181.200.00021.600.000
Project Manager201.800.00036.000.000
Dev cost145221.400.000
Infra + lisensi pihak ketiga25.000.000
Contingency 20%49.280.000
Project cost295.680.000
Harga (margin 25% → ÷0,75), sebelum PPN394.240.000
Perhatikan: Risiko terbesar proyek software adalah scope creep & estimasi terlalu optimis. Kunci scope di BoQ (fitur A–E termasuk; di luar itu = change request berbayar) dan tahan contingency yang wajar.

7 Pengadaan Queuing Machine  solusi turnkey (hardware + software)

Hybrid · Solution / turnkey

Solusi sistem antrean: gabungan hardware (kiosk tiket, printer, layar display, controller) + software (aplikasi antrean) + instalasi + training + maintenance. Costing menggabungkan pola trading (hardware) dan project/recurring (software & support).

Urutan menghitung cost

  1. Definisikan konfigurasi solusiJumlah kiosk/ticket dispenser, counter display, main display (TV), sound system, jumlah loket, integrasi (CRM/core system).
  2. BoM hardware (HPP)Kiosk, thermal printer, LED/LCD display, controller, PC/mini-PC server, kabel & jaringan.
  3. SoftwareLisensi aplikasi queuing (jika produk) atau biaya development/kustomisasi (jika custom) + integrasi.
  4. Instalasi & komisioningPemasangan fisik, setup jaringan, konfigurasi alur antrean, uji coba.
  5. Training & dokumentasi, lalu warranty + maintenance tahunan (recurring).
  6. Margin + PPN, susun BoQ per item (hardware, software, jasa, maintenance).
Rumus inti
Cost solusi = HW (HPP) + Software/lisensi + Instalasi + Training Harga jual = Cost ÷ (1 − margin%) · Maintenance/thn = item recurring terpisah
Contoh ilustrasi — 1 lokasi, 4 loket
ItemQtyHPP/costSubtotal
Kiosk ticket dispenser + printer118.000.00018.000.000
Counter display (per loket)41.500.0006.000.000
Main display 43" + controller19.000.0009.000.000
Server/mini-PC + software queuing125.000.00025.000.000
Instalasi, jaringan, komisioning, training112.000.00012.000.000
Total cost70.000.000
Harga (margin 22% → ÷0,78), sebelum PPN89.744.000
+ Maintenance/thn (recurring, opsional)± 15% nilai HW
Tips: Pisahkan penawaran jadi CAPEX (beli sistem sekali) dan OPEX (maintenance/lisensi tahunan). Banyak klien menilai total cost of ownership, bukan cuma harga awal — dan maintenance recurring adalah sumber pendapatan berulang yang bagus.

8 Kerangka untuk Lini Layanan Lain (dll)

Untuk lini baru apa pun, klasifikasikan dulu model bisnisnya — pola costing langsung mengikuti.

ModelCiriDasar costingContoh lini
RecurringLayanan berulang bulanan/tahunan berbasis SDM/effortFully Loaded Cost SDM + tools + overhead, ÷ marginManaged service, outsourcing, PM/CM, NOC/SOC, helpdesk
ProjectSekali jadi, deliverable spesifikΣ man-days × rate + infra + contingencyAplikasi custom, migrasi sistem, implementasi jaringan, instalasi CCTV
TradingJual barangHPP + logistik + margin dagangPengadaan hardware, lisensi software, perlengkapan IT
HybridBarang + jasa + software + recurringGabungan trading + project + recurring per komponenSeat management, queuing machine, digital signage, solusi turnkey
Cara pakai: Tentukan model → pakai rumus inti model tersebut → tambah overhead, margin, risiko → susun BoQ → tambah pajak → masukkan ke surat penawaran. Selalu sama polanya.

iii Referensi Margin & Pajak (Indonesia, 2026)

PPN — Pajak Pertambahan Nilai

  • 11% untuk barang & jasa umum — termasuk seluruh jasa IT dan pengadaan di panduan ini (tarif tetap berlaku di 2026).
  • 12% hanya untuk barang mewah tertentu — tidak relevan untuk layanan IT pada umumnya.
  • Umumnya penawaran ditulis "belum termasuk PPN", lalu PPN ditambahkan di atas nilai penawaran.

PPh — dipotong pemberi kerja

  • PPh Pasal 23 = 2% atas jasa (dipotong klien dari nilai jasa, bukan menambah tagihan). Tanpa NPWP jadi 4%.
  • Untuk pengadaan barang murni biasanya tidak kena PPh 23 (kecuali ada komponen jasa).
  • Ini mengurangi uang yang kamu terima, jadi perhitungkan di arus kas — bukan komponen yang kamu tambahkan ke harga.
Penting: Angka tarif di atas adalah acuan umum per Agustus 2026; ketentuan teknis (objek, pengecualian, PPh final tertentu) bisa berbeda per kasus. Untuk nilai kontrak besar/tender, konfirmaslikan ke konsultan pajak atau tim finance sebelum submit.

Patokan margin (indikatif)

JenisMargin tipikalCatatan
Jasa berbasis SDM (managed, PM/CM)15–30%Margin lebih tinggi karena nilai tambah & risiko SLA
Outsourcing (management fee)7–12%Fee di atas biaya tenaga compliant
Proyek development20–35%Termasuk buffer risiko estimasi
Trading hardware5–20%Tergantung volume & kompetisi tender
Solusi hybrid15–25%Blended dari komponen barang & jasa

iv Checklist Sebelum Submit Surat Penawaran

Kelengkapan cost

  • FLC sudah pakai biaya riil (bukan gaji pokok saja)?
  • Sudah hitung pengganti/backup untuk cuti & shift?
  • Tools, lisensi, dan langganan sudah masuk?
  • Overhead & biaya manajemen sudah dialokasikan?
  • Eskalasi gaji/UMR untuk kontrak multi-tahun?
  • Contingency/risiko untuk proyek & sparepart?

Kelengkapan penawaran

  • BoQ rinci per item sebagai lampiran?
  • Margin dihitung dengan rumus yang benar (÷, bukan ×)?
  • PPN dinyatakan jelas (termasuk / belum termasuk)?
  • Masa berlaku penawaran dicantumkan?
  • Asumsi & batas scope ditulis (cegah scope creep)?
  • Syarat pembayaran (termin) & validitas harga/kurs?